LPM UBB, Bangka Belitung – Hari kedua Pengabdian Belitung, peserta berkunjung ke wisata Pulau Kulong guna mengumpulkan informasi dan data untuk bahan diskusi dalam workshop dengan tajuk “Penguatan Promosi Desa dan Wisata Air Selumar”, Kamis (25/11/20).

Pada pukul 9 pagi, dengan ditemani perangkat Desa Air Selumar, tim Pengabdian Belitung menuju Pulau Kulong yang terletak di Desa Air Selumar Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung. Tempat wisata tersebut dapat diakses dengan kendaraan bermotor baik roda dua ataupun empat karena tempatnya yang dekat dari jalan raya.

Memasuki kawasan Pulau Kulong, Tim disambut dengan rindang pohon dan asri tananam hias. Sesuai dengan namanya, masih terdapat Kulong (lubang bekas tambang) yang disulap menjadi objek wisata pemancingan dan wisata air. Kedatangan tim disambut langsung oleh perintis sekaligus owner wisata Pulau Kulong.

“Lahan ini dulunya bekas TI (Tambang Inkonvensional). Luasnya ada sekitar 2 hektar. Dulu sebelum ditimbun dengan pasir, area ini air semua. Hanya sekitar 10 persen yang daratan,” ujar Marsidi (49 tahun) saat diwawancarai.

Selama diskusi berlangsung, diketahui bahwa wisata tersebut dirintis oleh Marsidi sejak tahun 2013 dan pada tahun 2016 mulai dibuka untuk wisata umum. Guna mengolah wisata tersebut, Marsidi menggunakan dana pribadi dan terdapat juga bantuan-bantuan dari pihak luar. Sampai saat ini proses pembangunan masih terus dilakukan untuk menambah dan melengkapi fasilitas Pulau Kolong.

“Dulu itu saya kerja sebagai guru honorer, mangajar Bahasa Inggris. Tetapi selain itu saya juga aktif membuat produk UMKM berupa hiasan kerang. Ternyata di luar dugaan, UMKM saya berkembang pesat dan saat itu pariwisata Belitung sedang berkembang pesat-pesatnya. Kemudian pada tahun 2010 saya memutuskan untuk berhenti menjadi guru dan fokus pada UMKM dan pariwisata,” tuturnya.

UMKM hiasan kerang Marsidi merupan pelopor kerajinan kerang di Belitung. Selain itu, melihat potensi cukup tinggi untuk pariwisata Belitung, Marsidi berhasil mengolah dan mengubah lahan bekas tambang di daerahnya menjadi tempat wisata dan pernah berhasil mendapat penghargaan UKM nomor 1 di Provinsi Bangka Belitung.

Kini cukup dengan 10 ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati wisata Pulau Kulong. Terdapat fasilitas berupa pemancingan Kolam ikan, wahana air, kebun buah, pondok (sarung), kolam ikan dan warung makan.

“Saya juga mengajak warga-warga sekitar untuk membuka warung-warung makan di sini. Hal ini juga dapat menjadi sumber ekonomi untuk warga sekitar,” ungkap Marsidi.

Marsidi juga memaparkan kondisi sekarang yang sepi pengunjung karena adanya pandemi covid. Kini di masa pandemi tidak lebih dari 200 pengunjung yang datang tiap minggunya. Padahal saat sebelum pandemi bisa melebihi angka 500.

“Sekarang sedang macet karena sepi pengunjung, jadi sekarang hanya mencoba untuk bertahan hidup dan bayar karyawan. Harapnya covid cepat berlalu dan masyarakat selalu menaati protokol. Kalau covid berlalu maka ekonomi cepat berputar,” ucap Marsidi saat ditanya harapan kedepannya.

(RED LPM UBB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *