Beranda Bangka Belitung Sukses Mengolah Sampah Pasar, Mahasiswa KKN UBB Batin Tikal Memproduksi Zat Perangsang...

Sukses Mengolah Sampah Pasar, Mahasiswa KKN UBB Batin Tikal Memproduksi Zat Perangsang Tumbuh dan Mikro Organisme Lokal

PANGKALPINANG, KKN UBB — Setelah sukses membuat pupuk organik cair (POC) dari sampah Pasar Pagi Pangkalpinang, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Bangka Belitung (KKN UBB) di Kelurahan Batin Tikal kembali sukses membuat Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) dari Lidah Buaya (Aloe vera) dan bio-aktivator mikro organisme lokal (MOL) berbahan dasar tapai (tape).
Ketua Kelompok KKN UBB Batin Tikal Eriko menjelaskan sama seperti pembuatan POC, baik ZPT dari Lidah Buaya maupun MOL berbahan Tape, merupakan salah satu dari program kerja (proker) devisi lingkungan KKN Tematik UBB 2020 yang bertemakan ‘Berkreasi dari Rumah untuk Pencegahan dan Edukasi Covid-19”. KKN UBB Batin Tikal sendiri memiliki lima devisi dengan 10 proker.
“Seperti halnya pupuk organik cair yang telah kita panen pekan lalu, baik ZPT Lidah Buaya maupun MOL Tape, semuanya akan kita bagi-bagikan kepada warga Kelurahan Batin Tikal. Terutama sekali kepada kepada ibu-ibu PKK dan praktisi urban farming,” ujar Eriko, Ketua Kelompok KKN Tematik UBB Batin Tikal di Laboratorium Agribisnis, Selasa (28/06/2020) petang.
Menurut Eriko, sebelum membuat ZPT dari Lidah Buaya, mahasiswa KKN UBB terlebih dahulu membuat bioaktivator atau starter berupa MOL dari bahan tape. Diperlukan waktu lima hari proses fermentasi untuk memanen biaktivator tersebut. Selanjutnya bioaktivator itu mereka manfaatkan untuk membuat ZPT Lidah Buaya.
“Melalui MOL tape buatan sendiri, pembuatan ZPT berbahan Lidah Buaya bisa jauh lebih murah. Pasalnya, MOL tape itu berfungsi sama dengan bioktivator yang biasa dijual di pasaran. Di sisi lain, cara pembuatannya pun tidaklah rumit,” ujar Eriko.
Di tempat terpisah, Brema Sinuaji Devisi Lingkungan KKN Tematik UBB mengemukakan MOL Tape selain berfungsi memecah unsur-unsur yang terdapat di bahan organik — terutama dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) –, ia juga dapat digunakan sebagai starter dalam pembuatan pupuk kompos.
Sedangkan ZPT Lidah Buaya — hasil fermentasi Lidah Buaya, air kelapa dan tetes tebu (molase) — , lanjut Brema mengandung tiga horman penting untuk pertumbuhan tanam. Hormon itu adalah auksin, sitokinin dan giberelin.
Ani Tyas Kusumaningrum, dari Devisi Lingkungan, menjelaskan fungsi hormon auksin di antaranya mempercepat proses pertumbuhan tanaman dan perkecambahan. Mencegah kerontokan buah dan mempercepat proses pemasakan buah. Sementara fungsi hormon sitokinin yaitu proses pembentukan akar dan cabang akar. Mengambat proses penuaan pada tanaman.
“Fungsi hormon giberelin antara lain merangsang pembentukan serbuk sari, memperbesar ukuran buah, dan apabila diberikan pada konsentrasi tertentu juga bisa merangsang pembentukan akar,” ujar Ani, mahaswa dari Prodi Biologi.
Berbeda dari MOL Tape yang dapat dipanen setelah lima hari fermentasi, ZPT Lidah Buaya baru bisa dipanen setelah 15 hari fermentasi. Itu ditandai dari aromanya yang wangi dan warna yang menarik.
“Sama halnya dengan pupuk organik cair atau POC, proses pembuatan zat perangsang tumbuh atau ZPT itu pun akan kita sosialisasikan kepada ibu-ibu PKK nantinya. Kita berharap semua sampah dapur dari bahan organik tidak lagi dibuang begitu saja. Begitu pula Lidah Buaya yang tumbuh di pot, atau di halaman rumah, bisa diproses menjadi ZPT,” ujar Ani.
KKN Tematik UBB Angkatan XV tahun 2020 berlangsung lebih dari sebulan. Dimulai 15 Juli dan berakhir 19 Agustus, diikuti 1.005 mahasiswa dan tersebar di 66 desa/kelurahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada KKN UBB XV tiap kelompok KKN beranggotakan 15 orang. Mereka berasal dari lima fakultas di UBB. Tiap kelompok KKN diharuskan memiliki devisi, yaitu devisi kemasyarakatan, pendidikan, kesehatan, lingkungan serta dokumentasi dan publikasi.
Kelompok KKN UBB di Kelurahan Batin Tikal sendiri telah memproduksi lebih dari 400 botol POC dari sampah organik Pasar Pagi Pangkalpinang, antara lain kulit nenas, bonggol pisang, rebung, sayur-sayuran, jeruk, buah naga, pepaya, nangka, dan kulit jagung.
Selain itu, mahasiswa KKN UBB Batin Tikal telah membuat wayang kertas edukasi pencegahan Covid 19, masker kain, dan sedang memproduksi virtual tourism tur kota (city tour).
“Kami pun telah membagikan 25 paket bantuan bahan pangan kepada warga yang memerlukan di Kelurahan Batin Tikal,” ujar M. Ade Pratama, Devisi Kemasyarakatan KKN UBB Batin Tikal (Eddy Jajang J Atmaja)
Foto dan Teks/Eddy Jajang JA
ZPT — Dua mahasiwa KKN Tematik UBB Angkatan XV di Kelurahan Batin Tikal sedang mencampurkan ekstrak Lidah Buaya sebagai bahan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) di Laboratorium Agribisnis UBB.
MOL — Mikro Organisme Lokal(MOL) hasil fermentasi tape (tapai) diperlihatkan oleh dua mahasiswi KKN Tematik UBB di Kelurahan Batin Tikal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Gemuruh Kantin Berisik Vol. 3: “Bangkit & Bergerak”

Salah satu band lokal, Sisilain, menyemarakkan Kantin Berisik Vol.3. Foto oleh Eka/LPM UBB. Balunijuk, LPM UBB- UKM GEMA...

Meminimalisir Abrasi di Pulau Semujur : HIMAGRO UBB Gelar Kegiatan Penyuluhan dan Penanaman Tanaman

BALUNIJUK _Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Bangka Belitung melaksanakan kegiatan penyuluhan dan penanaman Tanaman yang bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pemulihan dan...

Mengenal Kekerasan Seksual dan Konseling Berperspektif Gender

Ilustrasi oeh Febri. Trigger warning: Artikel wawancara ini berbicara tentang kekerasan seksual yang mungkin dapat mengganggu kenyamanan Anda....

“Panggung Ekspresi”, Kala Kesenian Bicara Petani dan Agraria

Papan seruan aksi di panggung utama dalam Panggung Ekspresi. Foto oleh Kevin. Pangkalpinang, LPM UBB - Badan Eksekutif...

Recent Comments