Penulis: Elly W. K (Anggota Bedindang Team/ KKN Tematik UBB Tahun 2020 Desa Pedindang)

LPM UBB, Bangka – Penyebaran Virus Corona, penyebab pandemi Covid-19 salah satunya berdampak pada penyelenggaraan pendidikan di semua jenjang, termasuk jenjang perguruan tinggi di Universitas Bangka Belitung. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan pada Program KKN Tematik Tahun 2020 dibandingkan dengan program KKN pada tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksanaan program KKN Tematik Tahun 2020 kali ini menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19, seperti melakukan pembatasan interaksi, kerumunan massa, dan lain sebagainya. Kondisi yang sedemikian rupa menjadikan KKN UBB tahun 2020 bersifat online.

Program online sendiri apakah dapat berjalan dengan mudah? Tentu saja tidak mudah seperti yang dibayangkan. Contoh program kerja yang dibuat selama ini bersifat offline, sehingga dalam pembuatan program kerja secara online ini membutuhkan banyak sekali penyesuaian. Program kerja online bersifat terbatas dan susah untuk diimplementasikan pada setiap desa. Barometer sukses KKN Online pun masih bersifat abu-abu, dikarenakan selama ini Universitas Bangka Belitung sendiri belum pernah menerapkan sistem KKN secara online.

Kadar sukses sistem KKN online yang masih membingungkan membuat para mahasiswa UBB masih melakukan KKN berbasis offline. Hal ini dikarenakan para mahasiswa menginginkan wujud pengabdian yang sesungguhnya, yaitu terjun langsung ke lapangan atau masyarakat. Akibatnya, para mahasiswa banyak yang mengalami kebingungan, bahkan hampir burn out dalam mengerjakan program kerja KKN berbasis online ini dikarenakan tidak ada bayangan sama sekali dan tidak ada sejarah sebelumnya.

Adapun program kerja untuk KKN online yang ditetapkan berdasarkan hasil kajian LPPM bersama dengan Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat antara lain proses bimbingan mahasiswa yang dilakukan secara daring, pembuatan opini, podcast, video edukasi, serta poster edukasi yang akan dibagikan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan blog. Program kerja tersebut kemudian dibagi ke dalam empat bidang, yakni bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan masyarakat. Para mahasiswa KKN pun berlomba-lomba membuat konten edukasi untuk disebarkan ke masyarakat melalui berbagai media sosial yang ada demi menyukseskan program kerja yang telah dibuat. Konten edukasi tersebut misalnya penjelasan apa itu new normal, tips aman belanja di pasar tradisional dan supermarket, tips menjaga daya tahan tubuh selama pandemi, cara membuat minuman penambah daya tahan tubuh disertai dengan kontak layanan Covid-19 serta alur pelayanan Covid-19.

Sejatinya, KKN daring atau berbasis online ini tidak menghilangkan visi utama kegiatan itu sendiri. Meskipun komunikasi dilakukan secara online, hal itu tidak serta merta membuat mahasiwa dan masyarakat menjadi berjarak. Yang paling penting adalah peran mahasiswa, bagaimana mereka membangun komunnikasi yang baik dengan masyarakatnya. Jarak seharusnya tidak lagi menjadi masalah, mahasiswa dapat menggunakan aplikasi yang ada untuk membangun komunikasi kepada masyarakat tersebut dengan menggunakan fitur video call Whatsapp, Zoom, atau bahkan Skype. Pesan yang tersirat maupun tersurat melalui berbagai konten yang disebarkan melalui media sosial diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat meskipun mahasiswa tidak terjun langsung ke lapangan.

(Elly/RED LPM UBB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *