Beranda Berita Umum IWD Yogyakarta 2022: Panggung Masyarakat Ajukan Tuntutan Lintas Isu

IWD Yogyakarta 2022: Panggung Masyarakat Ajukan Tuntutan Lintas Isu

“Perempuan bersatu! Tak bisa dikalahkan!”

“Hidup perempuan Indonesia! Hidup!”

Yogyakarta, LPM UBB – Seruan dan yel-yel dilantangkan massa aksi International Women’s Day (IWD) Yogyakarta 2022 pada Selasa (8/3) lalu di Bundaran Tugu Yogyakarta. IWD Yogyakarta tahun ini bertajuk “Panggung Perempuan” dan mengusung tema “Bersama Perempuan Melawan Diskriminasi, Kapitalisme, dan Kekerasan Seksual”. Pihak inisiatornya adalah Komite IWD Yogyakarta 2022. Beragam elemen masyarakat hadir, mulai dari organisasi kampus, kolektif aktivisme, hingga Wadon Wadas (perkumpulan perempuan pejuang kedaulatan ruang hidup Desa Wadas).

Berdasarkan Pers Rilis IWD Yogyakarta 2022, IWD diperingati setiap tahunnya sebagai ajang perjuangan menolak segala bentuk penindasan. Serta, menjadi panggung yang setara bagi siapa saja untuk mengutarakan tuntutan.

Massa aksi mulai berkumpul sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka membawa spanduk dan poster bernada perlawanan yang salah satunya bertuliskan, “Sahkan RUU PKS Tanpa Dipreteli!” Aksi lantas dihelat dengan penyampaian orasi secara bergiliran.

“Hari ini pastikan kita bersuara lebih lantang. Ketika kita sudah mulai tidak percaya dengan para wakil rakyat, hanya ada satu kata: Lawan!” seru salah satu perwakilan Komite IWD Yogyakarta.

Wadon Wadas juga menyemarakkan aksi dengan bernyanyi bersama. “Bersama-sama kita jaga Desa Wadas tercinta untuk kelangsungan hidup sampai anak-cucu kita,” begitu penggalan nyayian mereka yang diikuti segenap massa aksi.

Tuntutan aksi ini mencakup masalah struktural lintas isu yang terjadi di Indonesia. Berikut poin-poinnya:

1. Sahkan RUU PKS

2. Cabut Omnibus Law

3. Berikan perlindungan bagi buruh informal

4. Gagalkan RUU Ketahanan Keluarga

5. Segera terapkan Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021

6. Sahkan RUU PRT

7. Berikan cuti haid, cuti hamil, cuti ayah yang dibayar

8. Hapus diskriminasi dan kekerasan berbasis SOGIESC

9. Berikan subsidi untuk kesejahteraan sosial rakyat. Hapuskan subsidi untuk pejabat dan pengusaha

10. Naikkan pajak bagi pengusaha, tanpa subsidi

11. Hapuskan sistem magang, kontrak dan outsourcing

12. Usut tuntas dan adili pelaku kekerasan seksual yang dilakukan aparat TNI dan Polri Indonesia terhadap perempuan Papua

13. Hentikan stigmatisasi, penyalahan dan penyudutan penyintas kekerasan seksual

14. Solidaritas untuk buruh, kelompok marjinal dan perempuan penyintas 65

15. Stop pemberangusan serikat buruh

16. Cabut PP 78 2015

17. Hentikan stigma terhadap perempuan disabilitas dan lansia

18. Berikan akses keadilan bagi perempuan disabilitas dan lansia

19. Berikan upah dan tunjangan yang setara bagi laki-laki, perempuan dan gender minoritas

20. Bebaskan tahanan politik prodemokrasi

21. Revisi UU Perkawinan

22. Hentikan pernikahan paksa dan pernikahan usia dini

23. Hentikan kriminalisasi terhadap pekerja seks

24. Cabut SK D.O untuk mahasiswa pejuang pro demokrasi

25. Berikan Akses Merdeka untuk jurnalis nasional dan internasional di Papua

26. Hentikan perampasan tanah dan penggusuran paksa

27. Tarik militer organik dan non organik di tanah Papua

28. Hapuskan Perda Diskriminatif di DIY

29. Wujudkan ruang aman untuk berekspresi bagi perempuan dan LGBTIQ+

30. Hentikan framing media yang diskriminatif berbasis SOGIESC

31. Wajibkan pendidikan seks yang komprehensif

32. Bersihkan predator kekerasan seksual di organisasi dan gerakan

33. Usut tuntas dan adili pelaku pelanggaran HAM masa lalu

34. Berikan kesempatan kerja bagi LGBTIQ+ di sektor formal

35. Hentikan kriminalisasi gerakan rakyat

36. Hentikan kriminalisasi pejuang lingkungan

37. Hentikan eksploitasi alam oleh perusahaan tambang dan sawit

38. Hentikan privatisasi air

39. Hentikan perampasan tanah di Wadas, dan daerah lainnya

40. Hentikan intimidasi dan kriminalisasi kepada perjuangan warga Wadas

41. Berikan perlindungan kepada jurnalis perempuan berikan hukum yang spesifik bagi korban KBGO

42. Cabut Pergub DIY tentang Demokrasi di Ruang Publik.

Reporter: Kevin Aryatama

Penulis: Kevin Aryatama

Editor: Ihtisyamul Fatimah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Gemuruh Kantin Berisik Vol. 3: “Bangkit & Bergerak”

Salah satu band lokal, Sisilain, menyemarakkan Kantin Berisik Vol.3. Foto oleh Eka/LPM UBB. Balunijuk, LPM UBB- UKM GEMA...

Meminimalisir Abrasi di Pulau Semujur : HIMAGRO UBB Gelar Kegiatan Penyuluhan dan Penanaman Tanaman

BALUNIJUK _Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Bangka Belitung melaksanakan kegiatan penyuluhan dan penanaman Tanaman yang bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pemulihan dan...

Mengenal Kekerasan Seksual dan Konseling Berperspektif Gender

Ilustrasi oeh Febri. Trigger warning: Artikel wawancara ini berbicara tentang kekerasan seksual yang mungkin dapat mengganggu kenyamanan Anda....

“Panggung Ekspresi”, Kala Kesenian Bicara Petani dan Agraria

Papan seruan aksi di panggung utama dalam Panggung Ekspresi. Foto oleh Kevin. Pangkalpinang, LPM UBB - Badan Eksekutif...

Recent Comments