Penulis: Nur Faizza, Mahasiswi Jurusan Sosiologi UBB

Timah merupakan salah satu komoditas utama dan unggulan di Provinsi Kepulaun Bangka Belitung. Sejak masa penjajahan Belanda, hingga Indonesia merdeka, timah telah menjadi komoditas untuk menggerakkan perekonomian di Bangka Belitung. Hingga kini, jumlah penambang timah di Bangka Belitung terus bertambah. Ada yang dikelola oleh perusahaan dan ada juga yang dikelola oleh masyarakat daerah pertambangan. Salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas tambang adalah PT. Timah Tbk.

PT. Timah Tbk merupakan perusahaan milik negera atau BUMN. Perusahaan yang telah beroperasi sejak zaman Belanda (Menurut Sejarah, munculnya cikal bakal PT.Timah,Tbk, telah banyak melakukan aktivitas tambang. Salah satu aktivitas tambang yang dilakukan oleh perusahaan timah ini adalah Reklamasi).

Reklamasi merupakan sebuah usaha untuk memulihkan kembali lahan pasca tambang agar ekosistem lingkungan dapat terjaga dan dipulihkan. Salah satu hasil reklamasi yang dilakukan oleh PT. Timah Tbk adalah Kampoeng Reklamasi yang terletak di Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Sejarah Kampoeng Reklamasi

Kampoeng Reklamasi merupakan salah satu hasil upaya dan kewajiban perusahaan PT. Timah Tbk untuk menjaga kelestarian ekosistem lingkungan di lahan bekas tambang timah. Didirikan pada Tahun 2015 dan selesai pada Tahun 2016. Tempat ini memiliki luas lahan sebesar 36,6 hektare. Pada saat proses pembuatan, Kampoeng Reklamasi melibatkan masyarakat sekitar untuk meratakan tanah bekas galian tambang hingga menanam pohon disekitarnya.

Kampoeng Reklamasi didirikan dengan mengangkat konsep edu eco tourism yang bertujuan mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, agrowisata, wisata air, hingga Pusat Penyelematan Satwa.  Kampoeng Reklamasi dioperasikan oleh PT. Timah Agro Manunggal (TAM) dan bekerjasama dengan Alobi (Yayasan Konservasi Satwa Liar dan Pusat Penelitian).

Keberkahan Hadirnya Kampoeng Reklamasi

Kampoeng Reklamasi sebagai tempat wisata alam, dan pusat penyelamatan satwa yang terancam punah memberikan sejumlah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Manfaat ini muncul karena di dalam Kampoeng Reklamasi terdapat berbagai macam sektor yang dapat mengembangkan ekonomui kreatif. Beberapa sektor yang ada di Kampoeng Reklamsi antara lain: Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, wisata air, penelitian, pendidikan, hingga perlindungan dan penangkaran satwa liar yang terancam punah.

Di dalam Kampoeng Reklamasi terdapat perkebunan buah naga, mangga, jambu, dll. Di sektor pertanian terdapat sayur hidroponik, di Sektor Perikanan, terdapat Pembibitan dan Perkembangbiakan Ikan air tawar, di Sektor Peternakan terdapat Peternakan Sapi, di Sektor Penelitian dan Perlindungan Satwa liar yang di kelola oleh Yayasan Alobi.

Adapun manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sejak adanya Kampoeng Reklamasi ini antara lain; Dibangunnya fasilitas jalan yang diaspal, masuknya aliran listrik dan lampu penerang jalan, terbukanya lowongan pekerjaan, serta adanya peluang berjualan di saat adanya event kegiatan yang sedang dilaksanakan.

Ekonomi Kreatif di Kampoeng Reklamasi

Berbagai keberkahan maupun peluang yang muncul sejak adanya Kampoeng Reklamasi telah mendorong ekonomi kreatif di wilayah sekitar Kampoeng Rekalamsi. Salah satu peluang yang dirasakan oleh masyarakat sekitar yang mendorong terciptanya ekonomi kreatif yaitu, dibukanya lapangan pekerjaan, seperti penjaga dan pengelola hewan ternak, petugas kebersihan, serta petugas pengelola pusat penyelamat satwa. Selain itu, masyarakat sekitar dapat berjualan, maupun membuka warung di sepanjang jalan menuju Kampoeng Reklamasi.

Pada saat diadakannya event oleh pihak Kampoeng Reklamasi, masyarakat yang tinggal di sekitar Kampoeng Reklamasi memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan. Mereka biasanya akan membuka tenda kecil dan berjualan makanan untuk  para tamu yang berkunjung. Selain itu, buah-buahan yang sedang berbuah dapat dipetik dan dinikmati oleh masyarakat sekitar maupun masyarakat luar yang berkunjung ke Kampoeng Reklamasi secara Gratis.

Di Kampoeng Reklamasi juga terdapat sistem jual beli hasil panen sayur hidroponik maupun perkembangbiakan Ikan Air Tawar. Hasil Panen Sayur dan Ikan Air Tawar dapat dibeli oleh para pengunjung, dan hasil keuntungan yang didapat akan dimasukkan ke dalam kas para pengelola Kampoeng Reklamasi. Kemudian, berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis kepada petugas Kampoeng Reklamasi, kedepannya akan didirikan kolam berenang dan pramuka camp untuk menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung.

Dengan Hadirnya Kampoeng Reklamasi sebagai objek wisata dan edukasi yang memanfaatkan lahan bekas tambang oleh PT. Timah Agro Manunggal dan bekerjasama dengan yayasan Alobi telah menghidupkan wilayah masyarakat sekitar dengan masuknya fasilitas jalan aspal, listrik, dan lampu penerangan. Selain itu, gairah masyarakat untuk bejualan di sepanjang jalan menuju Kampoeng Reklamasi dan saat pengelola Kampoeng Reklamasi mengadakan event, atau acara sehingga pendapatan ekonomi masyarakat meningkat.

Sumber:

Agustika, Sela. (2022). Kampoeng Reklamasi Air Jangkang Jadi Pilihan Wisata Edukasi, PT Timah Tbk Sulap Jadi Tempat Berlibur. https://bangka.tribunnews.com/2022/11/07/kampoeng-reklamasi-air-jangkang-jadi-pilihan-wisata-edukasi-pt-timah-tbk-sulap-jadi-tempat-berlibur . Bangka Pos. Diakses 8/12/2023.

Putri Gloria Setyvani. (2022). Berkunjung ke Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Galian Bekas Tambang Disulap Jadi Lahan Konservasi. https://regional.kompas.com/read/2022/07/02/164236078/berkunjung-ke-kampoeng-reklamasi-air-jangkang-galian-bekas-tambang-disulap?page=all . Kompas. Diakses 9/12/2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *