Rifky Riyadi, mahasiswa Jurusan Sosiologi, Universitas Bangka Belitung.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi yang terletak di
bagian timur Pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki banyak potensi di bidang
pariwisata dan perikanan, terutama karena letaknya yang berada di pesisir pantai.
Namun, di balik potensi tersebut, terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh
masyarakat pesisir di provinsi ini dalam menghadapi era globalisasi. Dalam artikel
opini ini, saya akan membahas karakteristik sosial masyarakat pesisir di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung serta tantangan dan peluang yang dihadapi di era
globalisasi.

Karakteristik sosial masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
sangatlah beragam. Mereka memiliki berbagai macam latar belakang dan budaya
yang berbeda. Namun, secara umum, masyarakat pesisir di provinsi ini terkenal
dengan kearifan lokal dan kebiasaan hidup yang berkelanjutan. Mereka sangat
tergantung pada sumber daya laut dan hutan mangrove sebagai sumber
penghidupan mereka. Oleh karena itu, mereka memiliki pemahaman yang baik
tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Selain itu,
masyarakat pesisir di provinsi ini juga dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan
bersahabat.

Namun, di balik karakteristik sosial tersebut, terdapat tantangan yang harus
dihadapi oleh masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam
menghadapi era globalisasi. Salah satu tantangan terbesar adalah masalah
lingkungan. Kegiatan industri yang meningkat di daerah ini telah menyebabkan
kerusakan lingkungan yang signifikan. Penambangan timah yang dilakukan secara
besar-besaran telah menyebabkan kerusakan hutan dan lahan pertanian, sementara
pembangunan pariwisata yang tidak terkendali telah menyebabkan kerusakan
terumbu karang dan ekosistem laut yang lain.

Selain itu, kehadiran ekonomi global juga telah membawa dampak pada masyarakat
pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Globalisasi telah membawa
persaingan yang lebih ketat dalam bisnis dan perdagangan. Masyarakat pesisir yang
sebelumnya hanya terlibat dalam bisnis lokal, sekarang harus bersaing dengan para
pelaku bisnis dari luar negeri. Selain itu, ketergantungan pada sektor perikanan dan
pertanian yang kurang maju juga menjadi masalah yang harus dihadapi oleh
masyarakat pesisir di provinsi ini.

Namun, di balik tantangan yang dihadapi, terdapat peluang yang dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di
era globalisasi. Salah satu peluang tersebut adalah peluang dalam bidang
pariwisata. Provinsi ini memiliki banyak objek wisata alam yang menakjubkan,
seperti pantai dan pulau-pulau kecil yang masih alami. Selain itu, budaya lokal
masyarakat pesisir di provinsi ini juga memiliki potensi besar sebagai objek wisata
budaya. Masyarakat pesisir di provinsi ini dapat mengembangkan bisnis pariwisata
mereka dengan mempromosikan kearifan lokal dan budaya masyarakat pesisir
kepada wisatawan domestik hingga mancanegara.

Selain peluang dalam bidang pariwisata, masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung juga memiliki peluang dalam bidang perikanan. Provinsi ini
memiliki potensi sumber daya laut yang besar, sehingga masyarakat pesisir dapat
memanfaatkan peluang tersebut dengan mengembangkan bisnis perikanan yang
berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat dan berkelanjutan,
masyarakat pesisir di provinsi ini dapat meningkatkan produksi ikan dan
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah dan masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung juga dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah lingkungan yang
dihadapi. Pemerintah dapat memberikan dukungan dan fasilitas untuk pengelolaan
limbah industri yang lebih ramah lingkungan, serta menjalankan program
penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang. Sedangkan masyarakat
pesisir dapat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan
lingkungan sekitar mereka.

Namun, untuk dapat mengembangkan peluang-peluang tersebut, masyarakat pesisir
di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga harus menghadapi tantangan dalam
mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Pendidikan dan pelatihan
yang tepat dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan
masyarakat pesisir di provinsi ini dalam menghadapi persaingan global. Selain itu,
dukungan pemerintah dan swasta juga dapat membantu memfasilitasi
pengembangan keterampilan dan pelatihan bagi masyarakat pesisir.

Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era globalisasi,
penting bagi masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk
membangun kolaborasi dan kemitraan dengan pemerintah dan berbagai pemangku
kepentingan lainnya. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk
infrastruktur, regulasi yang kondusif, dan program pelatihan dan pendidikan.
Sementara itu, masyarakat pesisir dapat memanfaatkan peluang yang tersedia
dengan membangun jaringan kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik
di tingkat lokal maupun internasional.

Kesimpulannya, karakteristik sosial masyarakat pesisir di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung memiliki kearifan lokal dan kebiasaan hidup yang
berkelanjutan. Namun, dalam menghadapi era globalisasi, masyarakat pesisir di
provinsi ini juga menghadapi tantangan dalam bidang lingkungan, persaingan
global, serta keterampilan dan pengetahuan. Meskipun demikian, terdapat peluang
dalam bidang pariwisata dan perikanan, serta potensi untuk menjaga lingkungan
yang lebih baik melalui kerjasama dan kemitraan dengan pemerintah dan berbagai
pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat pesisir di
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan
membangun keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan serta menjaga kearifan
lokal dan budaya mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *